13 November 2009
23 Agustus 2009
Pembangunan Di Kaki Gunung Klabat
Pemkab Minahasa Utara sedang membangun di Kaki Bukit Gunung Klabat.
Kebanyakan warga Airmadidi sangat tidak setuju adanya pembangunan di bukit gunung Klabat ini, karena merusak lingkungan, dan kedepannya cukup membahayakan kita yang dibawahnya. Tapi entahlah...
Barangkali juga ini prestasi sehingga Bupati Minut menerima penghargaan dari Menteri Kehutanan.
Minut Terima Penghargaan Menhut
KIPRAH Bupati Drs Sompie Singal dalam melestarikan hutan dan lingkungan hidup mendapat perhatian dan penilaian dari Menteri Kehutanan (Menhut) MS Kaban. Buktinya, Sompie Singal satu-satunya kepala daerah di Sulut yang menerima penghargaan tertinggi dibidang kehutanan yang diserahkan kemarin (14/10) olen Menhut.Selain bupati, ada juga stakeholder yang menerima yakni PT Tirta Investama atau Aqua Airmadidi Bawah Kecamatan Airmadidi.Menurut Kepala Dinas Kehutanan Ir Joppi Lengkong, Minut mendapat penghargaan bidang kehutanan oleh menteri kehutanan, karena peduli dengan kehutanan. Penghargaan tersebut diberikan kepada Bupati Drs Sompie Singal atas kerja dan upaya serta inovasi menghijaukan Minut dan memberantas kegiatan penebangan liar. “Ini suatu prestasi dan tantangan untuk lebih menghijaukan Minut. Penghargaan diserahkan menteri kehutanan di kantor Departemen Kehutanan,” kata Lengkong.(van/*) mdopost.com
03 Juni 2009
Minut Raih Adipura
Ternyata gampang dapa Adipura, cukup sapu-sapu jalan pada saat tim datang.
PROYEK-PROYEK, WC-WC
WC di MaumbiMerencanakan sebuah proyek diharapkan proyek tersebut akan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Beberapa proyek seperti pembuatan jalan lingkungan atau jalan pedesaan walaupun ada yang kelihatan asal jadi tapi sangat bermanfaat. Tetapi ada juga beberapa proyek di Airmadidi Kab. Minahasa Utara yang tanpa tujuan jelas atau belum di manfaatkan, Seperti jalan mulus yang cukup lebar sepanjang kurang lebih 100 meter berada di atas perum kaki gunung Klabat, entah apa maksudnya jalan di bangun di tengah perkebunan, sementara jalan ke Perum hancur lebur….
Pemkab Minut juga sepertinya suka sekali bangun WC. Entah, apa Pemkab merasa warga Airmadidi tidak banyak yang punya WC ? (tidak juga). Kalau hanya permintaan penumpang kendaraan, paling tidak ada 2 WC umum di Airmadidi. Di terminal Airmadidi dan di SPBU Airmadidi.
Setidaknya disekitar Airmadidi, ada 2 WC yang telah dibangun oleh Pemkab. Yang pertama terletak di bekas Kantor Kecamatan pertigaan arah Sawangan dan ada juga 1 WC di samping waruga di daerah Maumbi. Tapi sampai saat ini tidak berfungsi (tunggu rusak lagi) dan hanya di biarkan tanpa air dan tidak dimanfaatkan. Sekarang juga telah selesai tender untuk membangun WC di bukit gunung Klabat dengan anggaran Rp 500 juta lebih.. (lapis emas barangkali)..
Seperti kita ketahui di kaki gunung Klabat tidak ada air sama sekali, maka kemungkinan ini WC tadah hujan pertama di Indonesia….
Ini baru beberapa proyek yang terpantau di lingkungan Airmadidi. Kalau se- Minahasa Utara, wah pasti banyak proyek yang tidak bermanfaat, asal jadi, atau cuma for cari doi….
Pejabat yang terlibat dengan pemborong punya slogan …Yang penting so cair….io toh….terserah mo pake atau nda….bukang torang pe urusan …
Bagi warga Airmadidi yang belum punya WC, jangan khawatir. Sudah banyak WC umum. Sayang, airnya bawa dari rumah sendiri….
24 Mei 2009
Ribuan Kilometer Jalan Masih Rusak
No Status Panjang Jalan Aspal
1. Jalan Nasional 143,59 Km 143,59 Km
2. Jalan Provinsi 174,98 Km 104,47 Km
3. Jalan Kabupaten 1.376 km 785.70 km
sbr. Mdopost, 23 mei 2009


